Kamis, 15 November 2012

THE DAY OF HERO



10 November 2012

                Well, tulisan ini seperti biasa dimulai dengan sebatang rokok hitam dengan kombinasi hangat kopi lokal buatan negeri.  Aku kembali menikmati malam ini, malam lanjutan perjalanan umur yang mengalir  pelan namun seolah terlalu memaksakan. Kita tak bisa menolak waktu, terlalu lemah untuk sekedar menghentikan putaran bumi walau Cuma satu detik.  Banyak hal yang telah terjadi, menemukan , menjalankan, merawat, bahkan menghilangkan sesuatu hal dalam hidup, dan yang terbaik yang bisa kita lakukan hanyalah menjalani. Kita mungkin terlambat sedikit untuk dilahirkan, atau mungkin terlalu cepat bagi individu yang terlalu lemah untuk mengenang sejarah. Ya, kita mempunyai sejarah, sejarah waktu, tempat, kondisi, keadaan, bahkan kematian. Ada yang menyebut sejarah sebagai perjalanan, ada juga yang menjulukinya kutukan, jadi dimanakah sejarah kita ditempatkan ??.
                Aku bukan sejarahwan, yang terlalu naïf untuk dimasukan dalam selembar kertas kepahlawanan. Terkadang untuk mendapatkan keuntungan kita harus memberikan kerugian yang sama lurusnya dengan jalan keuntungan yang kita pilih. Mereka yang selalu menangis saat mendengarkan lagu kemerdekaan, mereka yang selalu terdiam ketika seseorang membacakan cerita pahlawan, itukah yang kalian sebut nasionalis ?? manusia bisa menjadi apa saja yang mereka inginkan, mereka menangis dan terdiam saat mengenang pahlawan karena mereka menyimpan tawa saat mendapatkan keuntungan.  Para koruptor negeri bisa dengan gampang mengeluarkan air mata saat hari pahlawan, para dictator bangsa akan dengan mudah menundukan kepala saat mendengar lagu kebangsaan, jadi masihkah kalian akan membahas rasa nasionalis dan kepedulian??, karena jika aku menjadi kalian, aku hanya ingin mengatakan “go fuck your self” !!!.
                Tak ada manusia yang tak memiliki kepentingan , semua orang sudah memikirkan langkah setelah dia berdiri. Yang dibutuhkan saat ini adalah tujuan dari kepentingan yang kalian pilih, bukan sikap, ambisi, rencana, atau tindakan yang kaian lakukan. Aku terlalu sering mengenyam ucapan orang tua, terlalu kenyang disuguhi cerita soal perjuangan. Karena bagiku, mereka yang rela mati bagi negeri ini tak pernah meminta kalian untuk menangisi dan menundukan kepala didepan kuburan mereka.
                Adakah keuntungan yang kita  dapatkan dari kematian mereka ?? kita masih miskin, kita masih terjajah, kita masih dengan mudah dibodohi. Karena kematian yang mereka pilih,bukanlah mengajarkan kita untuk menangis saat mengenang, melainkan kematian mereka mengajarkan kita untuk berani “mati” dalam tindakan. Kita menjadi saksi atas bukti dari tujuan kepentingan mereka, dan kita pun tak akan pernah bisa memesan siapapun untuk menjadi saksi dari bukti tujuan kepentingan kita kelak. Biarkan orang berkata apapun tentang tindakan yang kita pilih, karena pada dasarnya dia sudah melakukan tindakan yang dia pilih.
“  heroes are those who never asked to be remembered”.